INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM

KAMPUS PUTIH BIRU . Akan menjadi saksi perjalanan anak manusia menggapai cita-cita.

KANADA

Negara yang akan menjadi saksi terwujudnya cita-cita anak manusia.

SMAN 39 Jakarta

Kenangan manis bersama team Final Project ESP 2010/2011 'MISSING CAROL'.

BINDER KULIT DAN MOTIF

Jual binder kulit murah meriah

Ketakutan Terbesarku

0 komentar

Hari ini, aku duduk sendiri di sudut ruang laboratorium microwave, membaca sebuah novel terbitan gagas, mendengarkan musik, sambil sesekali melirik handphone yang berada di depanku. Tiba-tiba, ada rasa takut yang menghinggapiku. Rasa takut yang sudah hampir tiga bulan ini terus menghantuiku. Entah, aku hanya cemas atau apa. Saat berangkat ke lab hari ini, aku meninggalkan galaxy tab S ku di kamar, dan nomor handphone ku ada disana.

Meninggal tablet di kamar mungkin bukan sesuatu yang mengkhawatirkan bagiku, tapi rasa cemas itu ada. Aku selalu ketakutan setiap meninggalkan handphone jauh dari jangkauanku. Bukan, bukan karena aku takut ada yang menghubungiku hal-hal sepele, atau aku tak bias mengecek sosial mediaku. Aku hanya takut ada telepon dari rumah dan mengabarkan sesuatu yang buruk. Ah, iya, ini ketakutan terbesarku setiap jauh dari rumah. Aku hanya takut ada telepon tak terduga mengabarkan kabar tak enak dari rumah. Rasa takut ini sudah menggelayutiku lama. Membuat air mata selalu ingin menetes setiap memikirkannya. Pikiran-pikiran aneh setiap jauh dari rumah. Ah, cengeng sekali diriku untuk hal yang satu ini.

Semoga ini memang hanya ketakutan dan cemasku.


Lab Microwave
5 April 2017, 2.22PM

Jurusan Kuliah

0 komentar

Disini, disebuah pojok ruangan, aku duduk sendiri, membawa banyak kertas yang aku tak mengerti lagi isinya. Ruangan ini penuh, bising dengan banyaknya cerita yang bergulir dari masing-masing. Disudut lain ruangan ini, seorang laki-laki sedang sibuk mengajarkan sesuatu ke dua orang mahasiswa baru. Sedangkan di ujung lainnya, tiga mahasiswa sedang sibuk dengan laptop masing-masing, dan sesekali berdebat tentang yang mereka kerjakan.

Laki-laki di sudut ruangan sedang memberikan les privat, sepertinya mata kuliah matematika diskrit, mungkin. Ya tebakan ku karena dari kata-kata yang aku dengar dari mulut sang pengajar, aku  pernah ambil mata kuliah itu. Tiga mahasiswa lain yang kuceritakan di awal sepertinya sedang sibuk mengerjakan makalah, tugas anak-anak komunikasi, ya tebak ku, mereka anak ilmu komunikasi. Kok tahu? Tadi sempat  berdebat tentang TV atau radio aja. Ya, sok tahu.

Dari percakapan-percakapan itu, aku merasa anak-anak komunikasi ini kuliahnya mudah sekali. Gitu-gitu aja. Sedangkan anak-anak di sudut lain itu kuliahnya sulit, berkutat dengan angka-angka yang tak ada habisnya. Ah, sok tahu sekali aku.

Jika kamu yang selalu berkecimpung di ranahnya anak teknik, pasti ujung-ujungnya tak akan simpati melihat anak-anak dari fakultas lain itu. Kerjaan mereka gitu-gitu aja. Malah anak DKV dan kawan-kawannya, kerjanya cuma gambar. Ya, dibenakku dulu begitu.

Tapi, aku mulai merubah pandanganku.

Kuliah apapun yang kau jalanin, semua punya kemudahan dan kesulitan masing-masing.

Aku lelah, mengerjakan hitungan ini itu. Tapi, lihat mereka juga, coba menggali permasalahan lain.

Jadi kawan, jangan saling merendahkan kuliah kawan kalian di fakultas lain. Kalian tak pernah tahu bagaimana kerasnya mereka mendapatkan nilai bagus di UTS dan UAS "menggamarnya" atau  "komunikasi dasar". Sama, ya, sama dengan sulitnys kita kerja keras agar dapat A di probabilitas dan statistika.

Mari jangan saling merendahkan. Apa yang kalian lihat belum tentu seperti yang kalian bayangkan.

Sudut rindu
3 Maret 2017, 16.18

Pijat Plus Plus buat Tenang?

1 komentar

Di sebuah negeri antah berantah, seorang kawan duduk di samping saya. Awalnya kami bahas kuliah yang tak kunjung usai ini, sampai tiba-tiba ia bilang begini pada saya, " Gue mau cerita, tapi orang di dunia ini yang tahu cuma elo."

Saya menanggapinya biasa aja, " Yaudah cerita aja."

Akhirnya dia cerita, kalau selama awal 2017 ini dia sedang sibuk main cewek. Saya masih aja cuek dengar ceritanya. Ya, dipikiran saya dia cuma main cewek buat diajak jalan, makan, nonton, ya segitu ajalah ya. Sampai akhirnya, dia tunjukan chat dia dengan sang perantara. Saya baca-baca lah chatnya, jelas disana sang perantara sibuk megirim banyak foto wanita cantik. Ya, dipikiran saya sebenarnya masih sama, nggak mungkin dia berbuat yang lebih dari sekedar ajak cewek itu nonton dan makan. Pokoknya buat menemani dia aja lah, having fun lah.

Ah, iya saya pikir kawan saya tak segila itu untuk "main" dengan cewek itu di sebuah kamar. cerita bergulir, saya sibuk baca beragam chat di wahtsapp nya. Beragam chat dia dengan si cewek.

" Ada yang jilbaban juga loh," dia sodorkan foto seorang wanita cantik dengan hijabnya. Wanita dengan setelan tunik, jilbab cukup menutupi dada, dan mengenakan celana jeans. Tak pernah akan mengira si cantik kerja di sebuah tempat pijit.

Ah gila pikir saya, dia memang sering main di club, minum segelas alkohol, tapi tak akan sentuh wanita sedalam itu.

" Gue stres!" ujarnya.

Cerita bergulir saja dari mulutnya, saya cuma menanggapinya dengan cuek, padahal dalam hati, ah mau ngamuk rasanya. Saya cuma bisa berikan dia beberapa nasihat dan sesekali berkata, " Gila lo, menjijikkan!"

" Loe jijik sama gue?" tanyanya

" Ya gimana ya. Yaudahin sih main kaya gitu, mumpung belum terlalu jauh."

Hah, uang memang benar-benar bisa menghilangkan stres baginya. Cewek itu cuma dibayar murah, sekitar satu juta rupiah sekali dia ikut "pijat plus"

" Nilai gue hancur. Gue sampai harus terapi karena stres."

Ya, dari mulut seorang muslim saya cuma bisa mengingatkannya untuk mendekatkan diri pada Allah, perbaiki shalat, dan berdoa. Saya rasa, semua itu cukup untuk membuat tenang.

" Gue dulu sering shalat, tapi nilai gue tetap aja hancur."

" Ayolah, gue juga nggak pintar, tapi paling nggak elo belajar. Kalau gue sih belajar dekat-dekat UTS sama UAS benar-benar intens, makanya bisa lumayan dapat nilai."

Ya, saya bisa apalagi selain berpetuah seperti itu?

Sedih saja lihat seorang kawan rusak sedalam itu.

Eh, tapi dipikiran saya sampai sini masih "sekedar" main ceweknya, tidak sampai dicoblos.

Huft, positif sekali pikiran saya.

Sampaaaaaii, saya baca chat seorang cewek yang mengirimkan foto anjing.

" Lucu ya."

" Iya." jawab kawan saya.

" Mau beli, tapi uangnya masih kurang 3 juta. Kamu kasih duitnya dong, nanti bisa ML sama saya 3x deh."

WHAT?

Di chat yang lain, si cewek berjilbab tak kalah berbeda, cewek dengan tarif 750ribu semalam ini bilang ia butuh uang untuk bayar kostan.

Ayolah kawan, gila sekali main mu.

Uangnya banyak, tapi habis untuk hal-hal aneh macem itu.

" Gue tenang kalau habis main."

Hah, saya hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng. Saya buka instagram saya, saya perlihatkan beberapa foto orang yang sedang susah.

" Udahlah, mending uang lu buat mereka, perbanyak sedekah."

Obrolan panjang terus bergulir hari itu.

Ternyata, di negeri antah berantah, jika wanita ingin sesuatu, ia hanya cukup tidur dengan seorang laki-laki, maka tak sulit. Tolonglah berubah, rasanya uang tak bisa membawa ketenangan di akhirat nanti. Tak ada yang bisa beli surga dengan uang.

Sudut rindu

1 Maret 2017
10.38

Rasa Coklat yang Menggelitik di Segelas POP ICE

0 komentar

Gue jatuh cinta pada coklat dan segala kelezatannya. Rasa manis di bibir selalu bisa membuat ketenangan di hati yang gundah. Wangi coklat yang selalu bisa membawa perasaan senang di tegah sedih. Ya, coklat adalah sebuah cita rasa yang memang benar-benar sulit untuk dijelaskan lagi.

Jika kalian pergi ke sebuah rumah makan dan bingung ingin memesan minum apa karena namanya yang aneh, coklat akan selalu menjadi pilihan yang tepat. Gue rasa, hanya sedikit manusia yang tidak tergila-gila dengan coklat.

Bahkan, coklat bukan hanya dapat membuat ketenangan di hati yang gulana, tapi, coklat mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Coklat terbuat dari biji kakao, jika kita mengkonsumsinya akan mendapatkan senyawa antioksidan.

Jika kelezatan rasa dan wangi yang selalu menjadi ciri khas, maka tak heran, hampir semua produsen minuman pasti memiliki coklat dalam varian rasa yang mereka buat. Wah, jika begitu, mencari minuman coklat tak akan pernah sulit.

Sebut saja POP ICE, produsen minuman es susu blender pertama di Indonesia dari PT. Forisa Nusapersada sudah berdiri sejak akhir 2002. Varian rasa yang dibuatnya benar-benar beragam, mulai dari anggur, vanilla blue, bubble gum, strawberry, taro, vanilla latte dan beragam rasa lainnya. Oh iya, tak ketinggalan yang pasti adalah coklat. Bahkan, POP ICE yang memiliki tagline “ POP ICE, Minuman Idolaku” memiliki beragam varian coklat, mulai dari coklat, coklat susu, coklat biskuit,  hingga coklat krim. Ah tolong, gue selalu galau harus minum yang mana.


                                   
                                                     Gambar: Varian Rasa POP ICE 

Pertama kali perkenalan gue dengan POP ICE saat duduk di bangku SMP. Minuman yang hingga hari ini masih menunjukkan taringnya  menjadi minuman favorit banyak kalangan. Jam pulang sekolah saat itu pukul 13 siang, waktu yang cukup terik, jadi, memesan satu cup POP ICE coklat menjadi pilihan yang begitu tepat. Ya, sejak perkenalan pertama kali, gue jatuh cinta pada rasanya, dan milkshake favorit gue ya pastinya adalah POP ICE coklat.

Gambar : Pop Ice Coklat

Ada satu tempat favorit untuk melepas dahaga dengan satu cup POP ICE di dekat rumah hingga hari ini. Gue lupa nama tempatnya apa, pokoknya tempat jualan POP ICE ini sudah berdiri sejak lama, lokasinya benar-benar dekat rumah, dan selalu gue lewatin kalau dulu pulang sekolah. Hari ini, gue yang lebih senang tinggal di Bandung pun kalau pulang ke Depok pasti mampir ke tempat itu. Milkshake coklat yang dibuatnya enak, karena banyak tambahan varian topping, apalagi keju parut di atasnya. Ah, sudahlah kelezatan POP ICE semakin menjadi-jadi. Bahkan, rasa POP ICE yang selalu memanjakan lidah ini tidak hanya di sukai oleh gue sendiri, tapi oleh satu keluarga, jadi, kalau mau pergi beli POP ICE ya harus nanya dulu mereka mau pesan apa, kalau nggak, bisa diambekin. Benar-benar deh, POP ICE idolaku, idola sekeluarga.

Gambar: Pengidola Pop Ice

Oh iya, POP ICE yang selalu menjadi idola ini bahkan sangat mudah ditemui, pergi saja ke warung dekat rumah, beli satu sachet POP ICE kesukaan kalian dan buat sendiri di rumah. Kemudahan mendapatkan POP ICE ini bikin yang ngidam nggak perlu repot-repot loh kalau pengen tengah malam.

Jika POP ICE cuma sering kita nikmati sebagai milkshake, coba deh sesekali kepoin website nya POP ICE, kita bisa bikin varian lain loh dari sekedar milkshake. Kalau gue pribadi pernah buat dijadiin puding sama es krim gitu. Rasanya? Terbaiklah. Apalagi puding coklat. Tetep ya harus coklat.

Sudah ya, rasanya tak sanggup berlama-lama nulis lezatnya POP ICE, ada segelas milkshake coklat yang minta dihabiskan. Awas yang baca jangan ngiler ya.



Gambar : Milkshake Favorit

Entahlah

0 komentar

Aku hanya minta yang sederhana dari kamu hari itu. Permintaan yang sudah lama sekali aku harapkan bisa terkabul hari itu. Tapi, apa kamu ingat hal yang benar aku inginkan sejak 3 tahun lalu itu? Kamu lupa!
Ya, kamu lupa! Itu alasanmu.
Hatiku mendadak hancur, remuk begitu saja.
Ketika air mata terus mengalir, aku tak punya alasan untuk menghentikannya.
Kamu benar-benar menyakitiku.
Detik ini, air mata itu masih mengalir.
Ah, mungkin kali ini aku yang salah.
Aku menghindarimu, walau kau ingin sekali mengabulkan pintaku, walau tertunda.
Aku sudah terlanjur hancur. Menata keping-keping hati ini tak mudah.
Aku memilih menghindarimu, menjauh darimu.
Mungkin yang kulakukan menjadi sesuatu yang jauh lebih salah dari lupamu.
Tapi, maaf, otakku sedang tak bekerja menilai salah dan benar. Kali ini kubiarkan hatiku yang membawa pilihan.
Hah, Tuhan, ajarkan aku kuat!

Sudut rindu, 26 November 2016
6.18 am

Memimpikan Indonesia Makin Digital

4 komentar

Malam hari saatnya beristirahat, tidur dengan nyenyak, dan mimpi dengan indah. Ya, bermimpi. Lalu, apa yang anda mimpikan malam tadi? Bermimpi sedang kencan dengan pangeran berkuda putih? atau dengan Putri cantik bergaun merah? Atau mungkin juga, anda sedang bermimpi berada di puncak karir dan kekuasaan. Ya, mimpi-mimpi indah anda saat tertidur. Malam itu aku pernah bermimpi. Bermimpi sesuatu yang menurutku luar biasa. Aku bermimpi melihat Negara kelahiranku, menjadi sebuah negara teknologi  hebat, menjadi negara kuat yang ditakutkan negara lain. Ah, mungkin bagi kalian itu hanya mimpi saja, tanpa pernah terealisasi. Eh, tunggu dulu, apa kalian ingat seorang presiden yang menciptakan pesawat  terbang? Seorang warga negara Indonesia yang begitu dimanjakan Jerman untuk berinovasi disana, bukankan itu bukti bahwa Indonesia sedang bergerak mewujudkan mimpi itu? Bukan hanya BJ. Habibie, teknologi kita sedang bergerak maju, ada yang tahu bapak Prof. Dr. Khoirul Anwar, ya beliau adalah orang Indonesia yang mengembangkan 4G. Luar biasa bukan? Selain mereka tahu Ricky Elson dengan mobil listriknya? Ah, penemuan-penemuan luar bisa di bidang teknologi. Rasanya mimpi saya melihat #IndonesiaMakinDigital semakin dekat dengan kenyataan.

Selain para penemu-penemu jenius tadi, pemerintahpun sedang bergerak dengan program-program unggulan membuat #IndonesiaMakinDigital. Tulisan kali ini saya ingin menuliskan mimpi saya melihat #IndonesiaMakinDigital

Program E-KTP

Program yang memanfaatkan teknologi digital ini adalah salah satu program unggulan pemerintah Indonesia untuk memetakan penduduknya. Saya bersorak senang dengan program ini, artinya satu orang hanya akan menggunakan satu identitas. Sayang, menurut saya program ini "gagal". Kenapa saya bilang gagal? Coba ceritakan pada saya, dimana saja anda menggunakan KTP anda dan meng-Tap KTP anda pada mesin pembaca E-KTP? Di kelurahan? Di kecamatan? Omong kosong bukan program ini? Oh ya, saya juga ingin tanya pada anda, apa anda sekarang masih sibuk pergi ke tukang photocopy untuk melaminating E-KTP anda yang terkelupas itu? Omong kosong kan program ini?Tidak, saya tidak ingin bilang seperti itu. E-KTP mungkin saat ini gagal, tapi, bukankah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda?

Di jaman era teknologi yang begitu berkembang pesat, dengan banyaknya akses internet yang disediakan oleh PT. Telkom seperti wifi.id, indihome,speedy bukankah penggunaan E-KTP ini akan menjadi begitu mudah? Tunggu dulu, mungkin kalian bertanya, apa hubungannya wifi.id, indihome, speedy dari PT.Telkom dengan E-KTP? Banyak sekali hubungannya, tapi sebelum membahas hubungannya yang sangat intim, saya ingin menceritakan mimpi saya dengan E-KTP.

Anda tahu teknologi Face Recognition? Seharusnya dengan berjalannya program E-KTP, penggunaan Face Regognition pun bisa berkembang. Satu E-KTP untuk satu identitas masyarakat. Pada E-KTP ada sebuah foto dan identitas, data ini disimpan dalam sebuah database besar. Manfaakanlah database ini untuk memudahkan masyarakat. Tak perlu lagi kita repot membawa photocopy KTP saat ingin mengurus surat-surat di kelurahan, kecamatan, membuat tabungan baru di bank, hingga data-data di imigrasi. E-KTP cukup di-tap pada mesin pembacanya dan data orang tersebut akan muncul. Bukankah itu tujuan E-KTP? Teknologi digital itu diciptakan untuk memudahkan masyarakat.

E-KTP dan face recognition bisa menekan angka kriminalitas. Mengapa bisa begitu? Face Recognition akan mengidentifikasi seseorang dari foto. Jadi, jika ada tindak kejahatan, polisi tak akan sulit melacak seorang kriminal. Jika sebuah mesin anjungan tunai mandiri yang dilengkapi dengan CCTV terjadi pembobolan, identitas pelaku akan terekam, polisi akan sangat mudah mengetahui siapa orang tersebut. Database akan dengan cepat memberi tahu identitas lengkap pelaku.

Bagaimana dengan kasus terorisme? Ya, dengan program face recognition inipun menangkap terorisme akan menjadi lebih cepat

Tapi apa kendala terbesar dari program ini? Akses internet untuk mengakses database. E-KTP berlaku skala nasional. Jika anda orang Merauke dan akan berpergian ke daerah Aceh, identitas anda tidak akan berubah, mungkin hanya untuk migrasi alamat, tapi tidak dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Pemerintah di Aceh dapat menggunakan internet untuk menemukan identitas anda yang dating dari Merauke. Hadirnya wifi.id, indihome, serta speedy ini bisa sangat membantu pemerintah merealisasikan semuanya.

Jadi, apakah salah memimpikan Indonesia makin digital? Ah, saya rasa PT.Telkom dengan segala orang-orang cerdas di dalamnya dapat terus berinovasi dan membuat #IndonesiaMakinDigital

Mendigitalkan Indonesia? Kenapa Tidak

2 komentar

Digital? Sebuah kata yang sudah tak asing dimasa milenium ini. Hampir seluruh kegiatan manusia dapat dipermudah dengan lahirnya teknologi berbasis digital. Teknologi digital memiliki arti teknologi yang dapat dioperasionalkan dengan serba otomatis dan sistematis sehingga dapat dibaca komputer. Lalu, jika kita sudah berbicara mengenal teknologi digital, apakah peranan Telkom, salah satu BUMN terbesar di Indonesia untuk membuat Indonesia semakin digital?

Jika pertanyaan ini muncul dibenak kita, rasanya memang tak sulit untuk menjawabnya. Telkom adalah BUMN yang memang bergerak dan memiliki visi menjadikan Indonesia nomor satu dalam bidang digital. Mari kita sebut beberapa teknologi Telkom yang membuat kehidupan masyarakat di Indonesia menjadi mudah!

Jaringan telepon tidak bergerak, layanan pertama Telkom yang membuat masyarakat tetap dapat berkomunikasi dengan cepat walaupun berada dalam lokasi yang berjauhan Teknologi ini mulai tergantikan dengan hadirnya jaringan telepon bergerak. Jaringan telepon bergerak begitu popular saat ini, Telkom menghadirkan jaringan telepon bergerak ini dengan nama Telkomsel. Operator seluler yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Tulisan saya kali ini bukan ingin membahas Telkomsel yang sudah menjadi operator terbesar di Indonesia. Tapi, saya ingin menjabarkan bagaimana sebuah alat komunikasi bisa menjadi alat pembayaran. PT. Telkom tidak pernah diam untuk berinovasi, terbukti dengan hadirnya Telkomsel T-Cash. Apa itu Telkomsel T-Cash? Telkomsel T-Cash adalah layanan keuangan digital dari Telkomsel berupa uang elektronik (e-money). Saya mengenal Telkomsel T-Cash sejak setahun lalu pada acara ICT Expo 2015 di Telkom University. Lalu, setelah mengenal alat pembayaran baru ini, apa saja kemudahan yang saya dapatkan? Kemudahan paling dasar dari lahirnya teknologi baru ini adalah pembayaran menjadi begitu mudah. Saya tak perlu membawa uang tunai jika ingin makan di merchant yang sudah berkerjasama dengan Telkom. Promo dari Telkomsel T-Cash pun menjadi menarik karena selain tidak perlu membawa banyak uang tunai, pelanggan pun dimanjakan dengan potongan harga.
Oh ya, selain itu Telkomsel T-Cash bisa membantu disaat pulsa habis, dengan mudah kita bisa langsung isi ulang pulsa tanpa perlu ke ATM maupun counter pulsa. Bahkan, yang lebih mengasyikan lagi belanja di blanja.com menjadi begitu singkat karena pembayarannya yang mudah menggunakan Telkomsel T-Cash.


Saya akan coba cerita sedikit pengalaman saya dengan stiker yang satu ini. Jika kamu adalah seorang anak kostan, yang dikirim orang tua uang sebulan sekali dan merasa boros di awal-awal bulan, lalu merasa hanya bisa makan indomie di akhir bulan, Telkomsel T-cash ini membantu kami makan enak di akhir bulan. Saya selalu mengisi T-Cash diawal bulan dan menggunakannya disaat-saat genting. Mengapa disaat genting? Ya, karena program Telkomsel T-Cash ini belum bisa digunakan dibanyak merchant, hanya tempat-tempat tertentu. Saya akan pergi ke kantin Telkom University dan makan enak disana, karena di kantin sudah melayani penggunaan Telkomsel T-Cash. Nah, kalau mau makan mewah tapi hemat, pergilah ke McD, manfaatkan saldo Telkomsel T-Cash yang sudah kamu isi diawal bulan tadi dan nikmati promo diskon 20persen.


Harapan untuk Telkomsel T-Cash

Berapa banyak kartu yang ada di dompet anda sebagai alat pembayaran? Ada kartu e-toll, flash, maupun kartu debit dari berbagai bank. Begitu banyak kartu yang harus dibawa oleh seseorang. Bukankah itu begitu merepotkan? Lalu, mengapa Telkomsel T-Cash ini tidak berinovasi lagi untuk menjadi sebuah pengenal dan alat pembayaran dibanyak tempat.

Alangkah indahnya, ketika sebuah stiker yang ditempel dibelakang telepon genggam menjadi sebuah alat yang memudahkan masyarakat. Bukankah kita tak perlu merogoh dompet untuk mencari kartu e-toll untuk membayar tol? Bukankah kita tak perlu merogoh dompet untuk mencari uang saat membayar parkir? Kartu-kartu lain mungkin dengan mudah akan tertinggal disuatu tempat, bagaimana dengan telepon genggam anda? Ya, telepon genggam adalah barang wajib yang pasti anda ingat terus keberadaannya dan akan sangat jarang sekali terlewatkan.

Jadi, hanya dengan sebuah stiker kecil yang ada di belakang telepon genggam anda, membuktikan satu hal, PT. Telkom dan anak perusahaannya PT. Telkomsel terus berlari membuat #IndonesiaMakinDigital


#PresidenKemana Pak Presiden kemana?

0 komentar

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Pagi ini langsung nyalain TV. Ingin tahu bagaimana demo yang akan berlangsung di Jakarta.
Merinding rasanya, lihat banyak foto yang di-share di linimasa terkait jumlah jamaah shalat shubuh di Istiqlal. Sungguh-sungguh luar biasa.
Massa dari penjuru Indonesia berkumpul, membuat kesatuan, dan hati saya begitu tersentuh. ALLAHU AKBAR! LUAR BIASA!

Aksi mereka berjalan damai, walau jumlahnya puluhan (ratusan) ribu (jutaan).
Semua saling menghormati.
Gema takbir dan shalawat tak henti diagungkan.
Merinding rasanya, menetes sudah air mata. Hebat mereka melakukan aksi ini.

Hari ini, 4 November 2016, hari Jum'at, Masjid Istiqlal luber dengan jamaah shalat jumat.
Luar biasa :)
#AksiDamai411 trending topic sejak pagi dan benar-benar damai. Lautan manusia tumpah di Jakarta.

Ulama mempersiapkan dengan baik aksi ini, bahkan mereka siapkan santri dan relawan untuk membersihkan sisa sampah pendemo. Hebat kan?

Para ulama, pimpinan demonstrasi hari ini, menunggu untuk masuk ke Istana, bertemu dengan Pak Presiden, tapiiii, beribu sayang, Pak Presiden ternyata sedang dinas meninjau kereta bandara. Ah, saya baru ingat, Pak Presiden kan punya wakil ya, jadi biarkan wakilnya yang menemui ratusan ribu orang tersebut. Ah, tapi ya pak, kenapa tidak dibalik? Kenapa tidak wakil bapak yang meninjau bandara dan bapak menemui rakyatmu itu?

Pak presiden yang terhormat, saya lihat bapak begitu peduli dengan aksi yang viral di media sosial, sebut saja kasus warteg yang ditutup paksa bulan ramadhan lalu. Bapak ingatkan? Bapak waktu itu nyumbang kan??ngurusin kan ya pak.

Tapiii ya pak

Demo yang sudah direncanakan berhari-hari kok bapak malah tidak mau hadir? Bapak kemana? Bapak takut? Padahal ratusan ribu orang itu hanya ingin bertemu bapak. Mereka hanya ingin pengertian bapak dan keadilan. Lihat pak, karena tak ada bapak, massa telat bubarkan diri, chaos pak.

Oh iya pak, paling tidak bapak tidak perlu bertemu dengan jutaan orang itu, cukup temui perwakilan mereka. Iya perwakilan pak, karena SOP paspamres tidak mengijinkan demi keamanan bapak.

Bapak lihat TV kan?

Lihat pak, demo berjam-jam yang berlangsung tenang akhirnya chaos juga. Rusuh juga pak. Lempar sana-sini. Gas air mata polisi pun membuat semua semakin menggila pak. Bapak tahu nggak kenapa? Karena mereka gagal bertemu dan mendengar suara bapak.

Bapak kemana?
Ya Allah pak!
Saya sedih loh pak lihatnya.
Bapak dulu sebelum terpilih pencitraannya jago. Loh, kenapa hari ini bapak menghilang?

Pak, pak
Bapak lagi ketawa ya lihat umat islam itu akhirnya chaos?
Bapak senangkan?
Ini yang media-media inginkan pak? Ini juga kah yang bapak inginkan?
Padahal, jika bapak muncul di depan mereka, saya yakin pak, tak ada aksi yang berujung chaos ini.

Ayolah pak, bersikap seperti pemimpin yang memang pantas kami banggakan!

Sudut rindu

4 November 2016

Catatan
Bagi saya yang awam demo, yang cuma sekali-kalinya ikut demo di semester satu, saya baru tahu kalau jika demo tak selesai sesuai surat maka disisipin provokator. Oh gilaaa ya kalau ini benar.

#NggakIkutDemo

0 komentar

#NggakIkutDemo dan beragam poster dengan latar belakang hijau berseliweran di jagat maya. Buka facebook bahasnya #4November, buka twitter trending topic nya juga nggak jauh-jauh dari #4November, buka line, line today juga post yang di blow up kaya gitu, eh bahkan ayah nanya kapan pulang, takut-takut anak gadis paling cantiknya pulang hari ini dan terjebak demo besar.
Oke, sah-sah saja kalian serukan #NggakIkutDemo. Tapi, bisakah kalian tak perlu menghina kepetusan mereka yang memilih #IkutDemo ?

Coba jelaskan salahnya dimana mereka turun ke jalan? Konstitusi ini tidak melarang aksi besar yang hari ini akan mereka lakukan. Oke, saya paham, salahnya adalah
1. Bikin macet. Iya pasti bikin macet, ribuan (puluhan ribu) orang turun ke jalan, dalam satu tempat yang sama.
2. Buat sampah. Iya pasti sampah dimana-mana, mereka berkumpul di tempat yang sama, pasti jumlah sampah meningkat. Tapi, memang tidak dibenarkan yang membuangnya sembarangan.
3. YANG DI DEMO ORANG POPULER

Sorotlah pada poin ketiga. Demo besar-besaran hari ini adalah meminta proses hukum untuk orang yang KEPOPULERANnya mengalahkan Aliando di kalangan dede gemes. Haters dan Lovers dimana-mana. ORANG POPULER ini sudah punya ribuan (ratusan ribu) (jutaan?) lovers setia untuk mendukungnya. Sesalah apapun beliau, mereka WAJIB membelanya. ORANG POPULER ini sudah punya ribuan (ratusan ribu) (jutaan?) (ratusan juta?) haters setia untuk menjatuhkannya. Sebenar apapun beliau, mereka WAJIB menghancurkannya.
Iya kepopuleran ini membuat linimasa saya menjadi menjijikan. Haters dan Lovers di JAGAT MAYA ini JAHAT, kaya rangga :(

Omongan mereka kasar dan menghujat, saling menjatuhkan satu sama lain. Tolonglah, maupun HATERS dan LOVERS kalian sorotin ORANG POPULER kalian sebagai manusia, tempatnya ia berbuat baik dan salah. Tak usah kalian bela dan jatuhkan berlebihan. Tolonglah, dunia ini masih punya etika, ketika kalian pilih idealis untuk #NggakIkutDemo dan #IkutDemo hargai keputusan mereka.

Hari ini, ketika saya memilih #NggakIkutDemo dan MENDUKUNG PENUH yang #IkutDemo. Saya tahu, mereka sedang membela apa yang mereka bela. Mereka tak punya tempat menyampaikan aspirasi mereka selain dijalan. Seperti kata Jendral Gatot di Mata Najwa, mereka tak punya tempat di Mata Najwa yang bisa dilihat ratusan juta orang. Oh bukan, mereka bukan tak punya tempat, tapi, mereka TAK DIDENGAR. Kenapa TAK DIDENGAR? karena KEPOPULERAN mereka kalah dengan KEPOPULERAN orang yang mereka demo hari ini. Tapi, dengan aksi besar hari ini mereka jadi POPULER. Pimpinan banyak instansi gonjang-ganjing ketakutan. Iya takut rusuh mungkin ya. Saya harap, tidak ada demonstran dan provokator bayaran yang membuat rusuh. Saya yakin, yang memilih #IKUTDEMO mayoritas adalah mereka yang IKHLAS tak dibayar untuk menyampaikan aspirasi mereka. Semoga, dengan demo hari ini, TUNTUTAN mereka di dengar. Aamiin.

Oh iya, kalian yang mahasiswa udah kuliah aja, ngapain coba panas-panasan buat #IkutDemo. Kalian ini calon pemimpin bangsa. Ngapain jadi manusia tidak terdidik turun ke jalan. Udah kuliah yang benar ya.

Oh iya, kalian yang mahasiswa, masih mau kuliah aja? Kalian tidak pikirkan nasib bangsa ini? Kalian tidak ingin membenahi? Kalian KEMANA saat jutaan rakyat Indonesia membutuhkan bantuan kalian untuk menyampaikan aspirasi? Kalo bukan manusia yang idealis kaya kalian, siapa yang mau sampaikan aspirasi?

Ah, pusing saya.

 

SEPENGGAL KISAH © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers