Waktu ku telah berlalu

Share on :

Aku duduk di sudut kosong yang bisu.

Hening, tak ada suara yang dapat kudengar kecuali detak jantungku.
Aku menundukkan kepalaku, mencoba tajamkan pendengaranku. Berharap ada langkah kaki yang mendekat.
Aku memejamkan mataku, berharap pendengaranku semakin tajam, agar aku tahu, dari jarak puluhan meter langkah itu mendekat.
Lima menit berlalu, tak ada tanda-tanda langkah kaki manusia. Hanya ada sesekali suara jangkrik di halaman rumput yang luas.
15 menit, masih sama, tak ada yang berubah.
30 menit, seakan waktuku sia-sia disini.
Aku mengangkat kepalaku, membuka mataku yang terpejam, dan membiarkan air mata mengalir di pipi.
Aku mendongakkan kepalaku ke atas, melihat langit-langit yang sudah ditempati sarang laba-laba.
Tanganku, secara perlahan menghapus butiran air mata itu.
Tuhan, mengapa rasanya sesakit ini?
Aku merogoh sakuku, dan mengambil telepon selulerku.
Ku buka "message"
Namamu berada di tautan paling atas.
Aku klik, dan kubaca sms yang kukirim kepadamu.
" Hai, kamu udah nggak kangen aku lagi?"
Tak ada balasan darimu selama 30 menit sejak ku kirim
Maka ku putuskan untuk mengetik sms lagi kepadamu
" Hai laki-lakiku, kamu benar-benar tak merindukanku lagi? Maafkan aku menghilang dari hidupmu beberapa bulan ini. Aku hanya tidak siap memenuhi permintaan mereka untuk meninggalkanmu. Maafkan aku menjauh disaat hidupmu hancur. Aku hanya tak ingin hatimu hancur berkeping-keping, walau  saat aku menjauh, aku tahu, hatimu sudah remuk. Laki-lakiku, maafkan aku, aku hari ini benar-benar merindukanmu. Aku benar-benar tak bisa menjauh darimu. Aku benar-benar berharap bisa bersamamu. Hari ini, aku ingin sekali bertemu denganmu, entah sebagai perpisahan, atau sebagai awal yang bisa kita bangun, walau mereka tak akan memperbolehkannya. laki-lakiku, ku tunggu kau di tempat biasa kita bermain hariini pukul 20.00. Aku hanya ingin mencium wangi parfummu."
SMS itu hanya tersimpan draft, tak pernah kukirim padamu.
Kenapa?
Karena saat hampir aku mengirimnya, kamu menelepnku.
" Eh, kamu kenapa sms kaya gitu? Aku rindu kamu? Maaf, sudah ada gadis lain yang sayang aku sekarang, jadi jangan hubungin aku lagi!"
Aku tercengang, sudah lama tak pernah mendengar suaramu, dan hanya kata-kata itu yang meluncur dari mulutmu?
Aku menangis, dan urung mengirimkan sms itu.

Laki-lakiku sudah melupakanku, lalu untuk apa aku duduk di tempat aku membuat janji. Menunggunya? Siapa? Ah, laki-lakiku tak akan pernah datang.
Ternyata, waktunya untuk menunggu ku telah usai.

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEPENGGAL KISAH © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers